EMPAGAE — Pondok Pesantren Nurul As'adiyah Callaccu menggelar acara kunjungan kerja sekaligus peresmian fasilitas Penjernihan Air Bersih pada hari ini. Program penyediaan air bersih yang merupakan bantuan dari Pemerintah Australia ini berhasil terealisasi berkat kawalan aspirasi dari Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Supriadi Arif, S.Pd.I.
Sejak pagi hari, suasana di lingkungan pondok pesantren sudah tampak hidup dan penuh persiapan. Kedatangan Supriadi Arif bersama rombongan disambut hangat dengan lantunan shalawat yang digemakan secara serempak oleh ratusan santri yang berdiri rapi di sepanjang area penyambutan. Gemuruh shalawat ini menambah kekhidmatan dan rasa syukur atas hadirnya bantuan yang sangat dinantikan oleh warga pesantren.
Tidak hanya para santri, momentum bersejarah ini juga dihadiri secara lengkap oleh seluruh dewan guru dari berbagai jenjang. Di lokasi acara, Wakil Ketua DPRD Sulsel disambut langsung oleh Ketua Yayasan Nurul As'adiyah Callaccu beserta seluruh jajaran pengurus yayasan, serta para kepala tingkatan dari Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA). Kehadiran seluruh elemen fungsionaris pondok ini menunjukkan betapa pentingnya fasilitas sanitasi ini bagi keberlangsungan pendidikan di sana.
Sebelum prosesi peresmian dimulai, Supriadi Arif menyempatkan diri untuk berkeliling meninjau area Kampus 2 Pondok Pesantren Nurul As'adiyah Callaccu. Langkah ini diambil beliau untuk melihat langsung kondisi riil di lapangan serta memantau kelayakan fasilitas-fasilitas pendukung pembelajaran yang digunakan para santri sehari-hari. Sebagai figur yang lahir dari rahim pesantren, beliau tampak detail memperhatikan setiap sudut sarana prasarana yang ada.
Dalam pertemuan tatap muka yang berlangsung hangat setelah peninjauan, Supriadi Arif menyampaikan pesan yang sangat menyentuh hati para hadirin. Beliau mengungkapkan bahwa dirinya memiliki rasa kepemilikan (sense of belonging) yang mendalam serta perhatian khusus bagi pondok pesantren.
"Sebagai alumni As'adiyah, saya tahu betul apa yang menjadi kebutuhan dasar di lingkungan pondok. Perhatian ini bukan sekadar tugas jabatan, melainkan panggilan moral sebagai seorang santri yang ingin melihat almamaternya terus maju," ungkap Supriadi dalam sambutannya.
Fasilitas Penjernihan Air Bersih bantuan Australia ini diharapkan mampu mengatasi kendala kebutuhan air higienis di Kampus 2, meningkatkan kualitas kesehatan dan sanitasi, serta mendukung kenyamanan para santri dalam beribadah dan menuntut ilmu demi masa depan umat.
0 Komentar